Kualitas udara Palembang berada pada kondisi yang mengkhawatirkan
Kualitas udara Palembang berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan real-time IQAir pada Kamis, 17 September 2026 pukul 09.41 WIB, Palembang menempati posisi ke-2 dalam klasemen kota Indonesia dengan AQI US tertinggi, mencapai 422.
Angka tersebut masuk kategori Berbahaya (Hazardous) dalam skala AQI US. Posisi pertama ditempati Pontianak dengan AQI 527, sementara Pekanbaru berada di posisi ketiga dengan AQI 220.
Dengan kondisi tersebut, warga disarankan menghindari atau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama kualitas udara masih buruk.
Tingkat polusi udara PM2.5, PM10 real-time di Palembang
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17 09:41:01 (Waktu Lokal)
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kualitas udara Palembang masih belum menunjukkan perbaikan. Diduga kondisinya masih buruk akibat dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar Kota Palembang.
"Tetapi status kualitas udara masih berada pada kategori merah atau sangat tidak sehat pada pagi hari," katanya.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Termasuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Sebaiknya tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.