shop
shop
1 / 4
IKLAN
ADVERTISEMENT
pajangan
ads
tes
Home Bisnis-Ekonomi
Bisnis-Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Menjadi Harapan

rexi
Oleh rexi
02 Nov 2026 02:23 WIB 3 dibaca
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Menjadi Harapan
Ukuran teks

 

Rupiah Melemah Tembus Rp18.147 per Dolar AS, Ekonomi Indonesia Hadapi Tantangan Baru

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin, 2 November 2026, rupiah tercatat berada di level Rp18.147 per dolar AS atau melemah 0,06 persen.

Pelemahan ini menjadi perhatian pelaku ekonomi dan investor karena terjadi di tengah ketidakpastian global serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar keuangan Indonesia.

Pergerakan rupiah yang melemah juga berbanding terbalik dengan sejumlah mata uang Asia lainnya yang justru mengalami penguatan.

Ketidakpastian Global Membayangi Rupiah

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan ekonomi internasional, ketegangan politik, hingga kekhawatiran inflasi.

Kebijakan suku bunga Amerika Serikat juga menjadi perhatian investor. Tingginya inflasi dapat memengaruhi keputusan bank sentral AS dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modalnya, terutama di negara-negara berkembang.

Pasar Modal Indonesia Perlu Memulihkan Kepercayaan

Selain nilai tukar, pasar saham Indonesia juga menghadapi tantangan. Isu transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan yang tidak sehat menjadi perhatian lembaga indeks global MSCI.

Pemerintah bersama otoritas pasar modal terus mendorong pembenahan tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas perdagangan saham.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap pasar modal Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Menjadi Harapan

Meskipun menghadapi tekanan eksternal, perekonomian Indonesia masih memiliki sejumlah penopang, antara lain konsumsi rumah tangga, investasi, aktivitas manufaktur, serta pertumbuhan sektor perdagangan.

Penguatan UMKM dan industri dalam negeri juga menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Ke depan, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, serta menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Stabilitas ekonomi menjadi kunci agar Indonesia tetap mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

SumatraNews.com – Bisnis dan Ekonomi.

Bagikan berita ini

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Ingin memberikan komentar?

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Login
shop
shop
1 / 4